Tugas UAS PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI (2)

Dalam teori Ilmu Komunikasi terdapat fungsi utama bahasa yang dapat dipakai sebagai pedoman di dalam tindakan manusia, di antaranya adalah fungsi : pribadi, kontrol, referensial, imajinatif, dan manajemen identitas. Jelaskan dan berikan contoh (30).

JAWABAN :

Setiap manusia telah menjadikan bahasa  sebagai kebudayaan implisit tersebut untuk mengungkapkan skema kognitif-nya. Yang dimaksud dengan skema kognitif  di sini adalah skema pikiran, gagasan,pandangan dan pengalaman manusia tentang dunia.

Manusia memakai bahasa untuk berkomunikasi guna mempertahankan hubungan antarpribadi maupun hubungan antarpribadi dengan suatu institusi dalam masyarakat.Dalam bahasa itu simbol-simbol verbal dengan suatu aturan tertentu diorganisasikan menjadi “kode-kode sosio-linguistik”. Kode-kode sosio-linguistik inilah yang nantinya akan menjadi karakteristik utama suatu masyarakat dengan budaya lisan. Ini artinya, kode linguistik menjadi bagian dari kebudayaan, sehingga logislah jika kode-kode itu juga dipengaruhi oleh kebudayaan yang pada akhirnya menjelma menjadi bahasa verbal.

Para  ahli sosio-linguistiklah yang pada mulanya tertarik untuk menelaah komunikasi antarbudaya dengan pendekatan bahasa.Frake (1968) misalnya, pernah meneliti tentang hubungan antara kebudayaan dengan cara anggota kebudayaan itu membentuk kata-kata.Dia menyimpulkan, bahwa setiap kata pasti mewakili konsep tertentu dan konsep itu merupakan skema kognitif individu.Dia juga menerangkan bahwa struktur skema kognitif individu, yang tercermin dalam komunikasi lewat bahasa, berasal dari dan dipengaruhi oleh latar belakang kebudayaan tertentu, dalam hal ini kebudayaan implisit-nya.

Seorang peneliti lain, yakni Halliday (1978), berpendapat bahwa bahasa merupakan satu alat yang terbaik untuk mengkonseptualisasikan semua ikhwal tentang dunia secara objektif.

Halliday melakukan penelitian tentang fungsi bahasa yang kemudian sampai pada kesimpulan bahwa fungsi utama bahasa berkaitan dengan pilihan strategi tindakan manusia.Menurutnya ada beberapa fungsi utama bahasa yang dapat dipakai sebagai pedoman di dalam tindakan manusia,di antaranya adalah fungsi : pribadi,kontrol,referensial,imajinatif,dan manajemen identitas.

 

  1. Fungsipribadi

di sini nampak dalam tindakan mengelaborasi perasaan subjektif,motif,kebutuhan, perspektif negosiasi, atau perundingan.

 

  1. Fungsicontrol

dapat terekspresi dalam mempengaruhi cara orang berfikir dan bertindak.

Contohnya : fungsi bahasa untuk mengontrol emosi. Seperti TK di luar negeri, disana anak-anak ketika marah dibiarkan untuk mengeluarkan emosinya dengan kata-kata tetapi tangannya diikat kebelakang. Fungsinya agar mereka terbiasa hanya menggunakan kata-kata tanpa kekerasan fisik, dan juga agar mereka dapat mengontrol emosi mereka dengan baik.

 

  1. Fungsireferensial

mengambarkan  objek dan relasi objektif antara manusia dengan dunia luar.

 

  1. Fungsi imajinatif

terlihat dari kemampuan suatu bahasa dalam menciptakan cara-cara baru melihat dunia luar.

 

  1. Fungsimanajemen identitas

terlihat dari kemampuan bahasa untuk menciptakan identitas individu.

Tugas UAS PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI (1)

Teori-teori komunikasi antar pribadi umumnya memfokuskan pada bentuk-bentuk dan sifat hubungan (relationships), percakapan (discourse), interaksi (interacton) dan karakteristik (Charateristics) sang komunikator. Jelaskan dan berikan 5 Contoh!

 

JAWABAN :

Komunikasi antar pribadi adalah suatu proses komunikasi antara pribadi ataupun antar perorangan dan bersifat pribadi baik yang terjadi secara langsung (tanpa medium) maupun tidak langsung (melalui medium). Kegiatan-kegiatan seperti percakapan tatap muka (face to face communication), percakapan melalui telepon, surat menyurat pribadi, merupakan contoh-contoh komunikasi antar pribadi. Komunikasi antar pribadi juga mampu untuk mengawali dan mengembangkan peradabanmanusia . Juga mampu membantu individu untuk mengenal diri dan lingkungannya. Hal ini, menurut saya, sesuai dengan realitas di kehidupan nyata saat seseorang mulai merasa “ngeh‟

akan sesuatu saat seseorang lain membantu menyadarkannya lewat pesan komunikasi.Komunikasi-komunikasi sosial yang lain tidak akan terbentuk tanpa adanya komunikasi antar pribadi ini. Seandainya seseorang ingin berhadapan dengan sejumlah massa, keberhasilannyadalam menjangkau massa itu ditentukan atas kemampuannya menjalin hubungan antar individu lainnya. Seandainya dalam menjalin komunikasi dengan satu orang saja tidak bisa, bagaimanamungkin seseorang mampu menjangkau ke massa yang lebih banyak. Yang ada nanti malah pada planga-plongo tidak mengerti akan pesan yang disampaikan oleh si komunikator tersebut

Teori-teori komunikasi antar pribadi yang ada umunya memfokuskan pengamatannya pada bentuk-bentuk dan sifat hubungan (relationship), percakapan (discourse), interaksi dan karakteristik komunikator.

Ada 5 hal yang harus kita ketahui untuk menjaga kualitas hubungan, berikut penjelasan dan contohnya :

  1. Tempo

Yang dimaksud disini adalah seringnya bertemu dan berinteraksi dengan seseorang. Dalam sebuah kualitas hubungan, Tempo sangat menentukan apakah hubungan itu termasuk berkualitas atau tidak. Karena didalam Tempo kita bisa menilai hal apa yang membuat hubungan itu menjadi menarik sehingga membuat hubungan menjadi berkualitas. Dengan sering kita berinteraksi maka secara otomatis kita sudah menjaga kualitas hubungan kita kepada setiap lawan bicara kita.

Contoh: dalam seminggu kita hanya bertemu 2x dalam sebulan saja maka kualitas hubungan tidak terjalin dengan baik. tetapi jika kita lebih intens untuk bertemu yang semula 2x dalam sebulan kini menjadi seminggu sekali maka akan terjalin kualitas hubungan yang baik. Untuk berinteraksi secara rutin seperti komunikasi tidak langsung (via telfon,bbm, whatsapp).

 

  1. Konten

Yang dimaksud dengan konten yaitu Isi dari perbincangan (pembicaraan),  yaitu suatu pembahasan yang pantas untuk dibicarakan kepada lawan bicara kita. Hal ini sangatlah menentukan apakah kualitas dalam suatu hubungan sudah tercipta atau belum. suatu hubungan pastinya hal yang paling pokok difokuskan adalah isi pembicaraan, apakah isi pembicaraan itu pantas atau tidak dan kita juga melihat lawan pembicara kita siapa. Karena dalam melihat kualitas hubungan pasti konten (isi pembicaran) yang paling diutamakan. Semakin banyak konten yang di buat, semakin nyaman dan akrab lah kita dengan orang tersebut. Tetapi, konten yang kita buat harus sama dengan konten lawan bicara kita.

Contoh: ketika kita sedang bekerja, lawan bicara kita sedang serius membicarakan tentang pekerjaan tetapi kita mencampuri pembicaraan dengan hal pribadi kita, maka  lawan bicara kita tidak nyaman . jadi isi pembicaraan yang kita dapat tidaklah pas, dan kualitas hubungan yang terjalin tidaklah baik. Yang artinya adalah isi yang pantas dibicarakan. Hal ini sangatlah menentukan apakah kualitas dalam suatu hubungan sudah tercipta atau belum. Dalam suatu hubungan pastinya hal yang paling pokok difokuskan adalah isi pembicaraan, apakah isi pembicaraan itu pantas atau tidak. Karena dalam melihat kualitas hubungan pasti isi pembicaran yang paling diutamakan.

  1. Attention (Perhatian)

salah satu unsur  yang bisa menilai apakah suatu hubungan berkualitas atau tidak yakni Attention (Perhatian). Yang artinya Attention disini menerangkan apakah suatu  hubungan menghasilkan sebuah perhatian (simpati) atau kepedulian (empati). Nah Jika kedua pihak dalam suatu hubungan dapat menciptakan bentuk kepedulian dan perhatian, maka sudah dapat dikatakan bahwa hubungan sudah termasuk kedalam hubungan yang berkualitas. Kepedulian dan perhatian disini bisa berbentuk simpati atau juga berbentuk empati.

  1. Kejujuran

kejujuran merupakan hal yang penting. Tidak akan baik kualitas hubungan tanpa kejujuran. Entah siapapun itu dengan lawan jenis, rekan kerja, maupun dengan orangtua dengan kejujuran hubungan yang kita bangun akan menjadi lebih kuat dan nyaman dan tidak ada saling kecurigaan antara kita

Contoh: Salah satu ketidakamanan terbesar dalam suatu hubungan adalah menyukai orang lain secara diam-diam. Tapi jika Anda bicara yang sebenarnya mengakui bahwa Anda tertarik dengan orang lain, itu adalah tindakan yang benar. Dengan jujur ​​tentang hal itu, Anda dapat membangun kepercayaan dalam hubungan dan meningkatkan komunikasi juga.Berkomunikasi tentang apa yang Anda rasakan dan Anda alami itu salah satu cara membangun kepercayaan dalam hubungan. Jika komunikasi dalam suatu hubungan kurang, maka dapat membuat sebuah hubungan menjadi tidak aman, dan selalu curiga.

  1. kepercayaan

Setelah kejujuran, unsur kepercayaan juga hal yang pokok dalam menjaga kualitas hubungan. Dalam membina hubungan yang berkualitas kepercayaan adalah tiang yang juga terpenting. Kepercayaan bisa membuat hubungan menjadi lebih nyaman dan tanpa beban. Kalau unsur saling mempercayai sudah dilakukan makan kualitas hubungan sudah pasti dapat terjaga.
Contohnya :dalam suatu hubungan pekerjaan organisasi. Kita harus menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap rekan kerja kita, bahwa dia mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Sehingga sesama rekan kerja dalam organisasi akan merasa nyaman dan percaya..

Jadi untuk menjaga dan menciptakan hubungan yang berkualitas maka hal yang perlu kita lakukan adalah menjaga Tempo (seringnya berinteraksi) , menjaga Konten (isi dari pembicaraan), Attention (perhatian/kepedulian), Kejujuran dan yang terakhir adalah Kepercayaan.

JAWABAN NO.3 PERTEMUAN KE 8 UTS KELAS PR “PENGANTAR KOMUNIKASI DASAR”

jadi Pak Ranto membahas pendapat seorang ahli komunikasi bernama Lasswell’s Comunication. Menurut Lasswell ini. Berikut teori nya beserta contoh dalam pengaplikasiannya :

  1. Who.

Menurut Lasswel manusia adalah sumber dari suatu komunikasi. Tapi Pak Ranto mengatakan kalau tidak hanya manusia yang bisa menjadi sumber info.

  • contoh seekor anjing. Menurut kalian anjing itu bisa tidak menjadi sumber info tidak ?? Tentu bisa! Kalau kita lihat seekor anjing penjaga rumah akan menggonggong ketika seseorang yang tidak di kenal memasuki wilayahnya. Yang secara tidak langsung anjing itu ingin memberi tahu kepada majikannya bahwa ada orang asing berada di kawasan rumahnya. Anjing bisa jadi menjadi waspada akan kehadiran orang asing, karena tanpa kita ketahui bisa jadi orang asing itu berniat jahat yang ingin merampok hati tuan rumahnya.
  • Contoh lagi adalah matahari, Ketika matahari dilihat dari dalam kelas terlihat gelap otomatis kita mempresepsikan bahwa hari ini akan turun hujan. Padahal belum tentu demikian bisa saja cuaca gelap karna terhalang oleh bus kampus yang terpakir dibelakang kelas . Dalam penyampaian komunikasi itu berawal dari ide lalu di proses menjadi kreatifitas oleh otak belakang dan di transfer ke otak bagian depan sehingga terjadinya suatu komunikasi.

2. What = Isi dari ide yang tematik

Ini artinya ketika berkomunikasi kita sudah harus tahu apa yang kita bicarakan dan apa yang menjadi tema dalam pembicaraan.

  • Contohnya teman Pak Ranto yang sudah kenal bahkan teman sebangku yang dulunya akrab solid banget deh suatu ketika Pak Ranto tau bahwa temennya pergi ke negara Taiwan untuk operasi kelamin dan mengubah dirinya menjadi wanita. Mulai dari bulubulu didada yang sudah rontok, payudara implan, dulunya botak sekarang rambutnya panjang dan lebat berkat ramuan dari dokter di Taiwan. Sempat tidak percaya bahkan belum bisa terima dengan perubahan dari temannya itu. Dan mungkin pada akhirnya Pak Ranto tidak berkomunikasi lagi Hidup itu pilihan. 

3. Channel = Direct/Media/Perantara penghubung dalam media atau komunikasi kita.

  • contoh itu adalah WordPress dan Blog dalam pembelajaran seperti sekarang wordpress/ blog bisa sangat membantu dalam hal komunikasi antar dosen dan mahasiswa. Seperti yang sedang anda lakukan sekarang Pak Ranto, anda sedang membaca tugas saya melalui pc, laptop, smartphone anda tentunya, dan itu adalah sarana kita dalam berkomunikasi.

4. Whom = siapa partner kita?

Tentu saja dalam beromunikasi kita bisa memilih sendiri siapa partner atau audience yang kita ajak berkomunikasi. dan ketika kita berbicara secara personal dan secara audience tentu makna yang tersirat akan berbeda.

  • Tadi Pak Ranto ambil contoh ketika Pak Ranto mengucapkan kalimat “I Love You” yang ditujukan untuk kami sekelas itu akan lain maknanya ketika Pak Ranto mengucapkan kalimat “I Love You” secara personal untuk istrinya. Ketika Pak Ranto mengucapkan kalimat “I Love You” untuk kami sekelas itu berarti Pak Ranto peduli kepada kami. Dan makna kalimat “I Love You” yang ditujukan secara personal untuk istrinya is that mean Pak Ranto benar-benar sayang dan menjadikan istrinya sebagai hidupnya.

5. Effect adalah hasil dari terjadinya suatu komunikasi.

  • Seperti contohnya ketika seseorang yang hendak mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, maka yang bisa kita lakukan adalah berkomunikasi dengan dirinya. Tentu saja akan lebih baik jika apa yang kita sampaikan bisa memberi effect baik untuk dirinya sehingga menggagalkan niatnya untuk bunuh diri. Dan juga ketika kita menemukan suatu benda yang mengingatkan kita tentang masa lalu secara tidak langsung kita akan mencoba untuk menghubungi dia.

JAWABAN NO. 2 PERTEMUAN KE 8 UTS KELAS PR “PENGANTAR KOMUNIKASI DASAR”

2. Berikan contoh nyata sebagai aplikasi dari 7 Tradisi Komunikasi menurut Steven W.Littlejohn

Menurut Stephen W Littlejohn dan Karen A Foss, ada 7 tradisi dalam ilmu komunikasi, yaitu :

  1. TRADISI SOSIO-PSIKOLOGI (Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi)Tradisi sosio-psikologi merupakan contoh dari perspektif ilmiah atau objektif. Dalam tradisi ini, kebenaran komunikasi dapat ditemukan dengan dapat ditemukan dengan teliti – penelitian yang sistematis. Tradisi ini melihat hubungan sebab dan akibat dalam memprediksi berhasil tidaknya perilaku komunikasi. Carl Hovland dari Universitas Yale meletakkan dasar-dasar dari hal data empiris yang mengenai hubungan antara rangsangan komunikasi, kecenderungan audiens dan perubahan pemikiran dan untuk menyediakan sebuah kerangka awal untuk mendasari teori. Tradisi sosio-psikologi adalah jalan untuk menjawab pertanyaan “What can I do to get them change?”

Dalam kerangka “Who says what to whom and with what effect” dapat dibagi menjadi tiga sebab atau alasan dari variasi persuasif, yaitu :

Who – sumber dari pesan (keahlian, dapat dipercaya)

What – isi dari pesan (menarik dengan ketakutan, mengundang perbedaan pendapat)

Whom – karakteristik audiens (kepribadian, dapat dikira untuk dipengaruhi)

Efek utama yang diukur adalah perubahan pemikiran yang dinyatakan dalam bentuk skala sikap baik sebelum maupun sesudah menerima pesan. Dalam hal ini kredibilitas sumber amat sangat menarik perhatian.Adadua jenis dari kredibilitas, yaitu keahlian (expertness) dan karakter (character). Keahlian dianggap lebih penting daripada karakter dalam mendorong perubahan pemikiran.

  • Contohnya bisa diambil dari kisah di atas yaitu, pada saat orang pertama memberikan sebuah bahasa isyarat kepada orang yang kedua dan orang kedua pun mengikuti intruksi dari orang yang pertama maka di situlah tradisi Komunikasi sebagai Tradisi Sosio-Psikologi atau Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi terjadi. Karna orang yang kedua terpengaruh atas bahasa isyarat yang di berikan oleh orang yang kedua.
  1. TRADISI SIBERNETIKA (Komunikasi untuk memproses informasi)

Tradisi sibernetika memandang komunikasi sebagai mata rantai untuk menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dalam suatu sistem. Tradisi sibernetika mencari jawaban atas pertanyaan “How can we get the bugs out of this system?”

Ide komunikasi untuk memproses informasi dikuatkan oleh Claude Shannon dengan penelitiannya pada perusahaan Bell Telephone Company. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa informasi hilang pada setiap tahapan yang dilalui dalam proses penyampain pesan kepada penerima pesan. Sehingga pesan yang diterima berbeda dari apa yang dikirim pada awalnya. Bagi Shannon, informasi adalah sarana untuk mengurangi ketidakpastian. Tujuan dari teori informasi adalah untuk memksimalkan jumlah informasi yang ditampung oleh suatu sitem. Dalam hal ini, gangguan (noise) mengurangi jumlah kapasitas informasi yang dapat dimuat dalam suatu sistem.Shannon mendeskripsikan hubungan antara informasi, gangguan (noise) dan kapasitas sistem dengan persamaan sederhana, yaitu : kapasitas sistem = informasi + gangguan (noise).

  • contoh salah informasi yang terjadi antar sepasang suami istri. Salah informasi tersebut biasa terjadi akibat tidak lengkapnya informasi yang diberikan kepada seseorang yang berdampak seseorang tersebut berpikiran yang lain atas informasi yang diberikan. Disitulah terjadinya gangguan (noise).
  1. TRADISI RETORIKA (Komunikasi sebagai seni berbicara didepan umum)

Ada enam keistimewaan karakteristik yang berpengaruh pada tradisi komunikasi retorika, yaitu : (1) sebuah keyakinan yang membedakan manusia dengan hewan dalam kemampuan berbicara, (2) sebuah kepercayaan diri dalam berbicara didepan umum dalam sebuah forum demokrasi, (3) sebuah keadaan dimana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audiens melalui pidato persuasif yang jelas, (4) pelatihan kecakapan berpidato adalah landasan dasar pendidikan kepemimpinan, (5) sebuah tekanan pada kekuasaan dan keindahan bahasa untuk merubah emosi orang dan menggerakkannya dalam aksi, dan (6) pidato persuasi adalah bidang wewenang dari laki-laki.

  • Contohnya seperti pidato Habibie, adolf hitler dan Soekarno pada masa kepemimpinannya yang selalu bisa mempengaruhi audiens atas hal apa yang mereka sampaikan.
  1. TRADISI SEMIOTIKA (Komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui tanda)

Semiotika adalah ilmu mempelajari tanda. Tanda adalah sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atas sesuatu. Kata juga merupakan tanda, akan tetapi jenisnya spesial. Mereka disebut dengan simbol. Banyak teori dari tradisi semiotika yang mencoba menjelaskan dan mengurangi kesalahpahaman yang tercipta karena penggunaan simbol yang bermakna ambigu. Ambiguitas adalah keadaan yang tidak dapat dihindarkan dalam bahasa, dalam hal ini komunikator dapat terbawa dalam sebuah pembicaraan dalam suatu hal akan tetapi masing-masing memiliki interpretasi yang berbeda akan suatu hal yang sedang dibicarakan tersebut. Tradisi ini memperhatikan bagaimana tanda memediasi makna dan bagaimana penggunaan tanda tersebut untuk menghindari kesalahpahaman, daripada bagaimana cara membuat tanda tersebut.

  • Contohnya : adalah orang kristiani yang menggunakan tanda salib sehingga dianggap beragama kristen, dan dalam kalangan umum memakai kalung yang berbentuk menyerupai salib menjadi sebuah trend oleh beberapa orang, dan orang tersebut pun menggunakan tanda salib meskipun ia bukan beragama kristiani. Disini tanda salib telah kehilangan makna sesungguhnya.
  • Contohnya : Jilbab yang identik dengan wanita muslimah;
  • Contohnya :batu nisan sebagai tanda menghormati leluhur mereka;
  • Contoh : cincin yang dipakai di jari manis kiri menandakan bahwa sudah menikah.
  1. TRADISI SOSIO-KULTURAL (Komunikasi adalah ciptaan realitas sosial)

Tradisi sosio-kultural berdasar pada premis orang berbicara, mereka membuat dan menghasilkan kebudayaan. Kebanyakan dari kita berasumsi bahwa kata adalah refleksi atas apa yang benar ada. Cara pandang kita sangat kuatdibentuk oleh bahasa (language) yang kita gunakan sejak balita. Kita sudah mengetahui bahwa tradisi semiotika kebanyakan kata tidak memiliki kepentingan atau keterikatan logis dengan ide yang mereka representasikan. Para ahli bahasa dalam tradisi sosio-kultural menyatakan bahwa para pengguna bahasa mendiami dunia yang berbeda. Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf dari University of Chicago adalah pelopor tradisi sosio-kultural. Dalam hipotesis penelitian mereka, linguistik adalah bagian dari struktur bentuk bahasa budaya yang berdasarkan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dunia nyata terlalu luas dan secara tidak sadar terbentuk pada bahasa kebiasaan (habits) dari kelompok. Teori linguistik ini berlawanan dengan asumsi bahwa semua bahasa itu sama dan kata hanya sarana netral untuk membawa makna. Bahasa sebenarnya adalah struktur dari persepsi kita akan realitas. Teori dalam tradisi ini mengklaim bahwa komunikasi adalah hasil produksi, memelihara, memperbaiki dan perubahan dari realitas. Dalam hal ini, tradisi sosio-kultural menawarkan membantu dalam menjembatani jurang pemisah budaya antara “kita” dan “mereka”.

  • Contoh : dimana ketika kita tinggal di pedesaan kita bisa akrab dengan tetangga sekitar dan menganggap seperti saudara. Namun ketika kita hijrah ke perkotaan kita menjadi individual yang tidak kenal tentangga sekitar elo ya elo gue ya gue.
  • Contoh : tinggal di desa sesepuh yang paling tua yang paling dihormati namun di perkotaan orang yang banyak duitnya yang dihormati.
  1. TRADISI KRITIS (Komunikasi sebagai cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil)

Tradisi kritis muncul di Frankfurt School Jerman, yang sangat terpengaruh dengan Karl marx dalam mengkritisi masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan Frankfurt School, dilakukan analisa pada ketidaksesuaian antara nilai-nilai kebebasan dalam masyarakat liberal dengan persamaan hak seorang pemimpin menyatakan dirinya dan memperhatikan ketidakadilan serta penyalahgunaan wewenang yang membuat nilai-nilai tersebut hanya menjadi isapan jempol belaka. Kritik ini sangat tidak mentolelir adanya pembicaraan negatif atau akhir yang pesimistis.

Teori-teori dalam tradisi kritis secara konsisten menentang tiga keistimewaan dari masyarakat sekarang, yaitu : (1) mengendalikan bahasa untuk mengabadikan ketidakseimbangan wewenang atau kekuasaan, (2) peran media dalam mengurangi kepekaan terhadap penindasan, dan (3) mengaburkan kepercayaan pada metode ilmiah dan penerimaan atas penemuan data empiris yang tanpa kritik.

  • Contoh : manusia jaman 2015 sudah mulai kritis menyikapi beragam permasalahan dan sudah mengerti apa yang menjadi hak hak nya. Seperti fasilitas wifi yang disediakan oleh kampus tercinta ini tapi kenyataannya wifi dikampus kembang kempis dan masalah ini bisa diselesaikan dengan menyampaikan kepada pihak kampus dengan baik baik ke bagian marketing kampus seperti apa perjanjian sebelumnya tanpa menghakimi kampus.
  1. TRADISI FENOMENOLOGI (Komunikasi sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)

Tradisi fenomenologi menekankan pada persepsi orang dan interpretasi setiap orang secara subjektif tentang pengalamannya. Para fenomenologist menganggap bahwa cerita pribadi setiap orang adalah lebih penting dan lebih berwenang daripada beberapa hipotesis penelitian atau aksioma komunikasi. Akan tetapi kemudian timbul masalah dimana tidak ada dua orang yang memiliki kisah hidup yang sama.

Seorang psikolog Carl Rogers mendeskripsikan tiga kebutuhan dan kondisi yang cukup bagi seseorang dan perubahan hubungan, yaitu : (1) kesesuaian atau kecocokan, adalah kecocokan atau kesesuaian anatara individu baik secara perasaan didalam dengan penampilan diluar, (2) memandang positif tanpa syarat, adalah sebuah sikap dalam menerima yang tidak tergantung pada perbuatan, dan (3) pengertian untuk berempati, adalah kecakapan sementara untuk mengesampingkan pandangan dan nilai dan memasuki dunia lain tanpa prasangka.

  • Contoh : Fenomena kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi Rp. 14.000,- yang mengakibatkan krisis moneter dan PHK karyawan (buruh pabrik) besar-besaran.

JAWABAN NO.1 PERTEMUAN KE 8 UTS KELAS PR “PENGANTAR KOMUNIKASI DASAR”

1 .) Bagaimana komunikasi itu terjadi, ceritakan bagaimana usaha seseorang yang hidup sendiri dihutan dan memerlukan bantuan orang lain. Sebuah cerita tentang seseorang yang mendorong batu besar namun tidak bisa mendorong batu itu karena tenaganya terbatas, lalu meminta bantuan orang lain ?

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya. berkomunikasi pununtuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran.

dan berikut cerita usaha seseorang yang mendorong batu yang diceritakan oleh Pak Ranto dikisahkan kembali oleh saya

images-sisipus

Suatu hari ada seseorang di hutan (sebut saja namanya Tobatoba) sedang mendorong sebuah batu. Ukuran batu tersebut sangat jumbo dan tinggi, tingginya pun  melebihi tinggi badan dari si Tobatoba. Namun sekeras apa pun Tobatoba mencoba, tetap saja batu itu tidak mau bergeser dari posisinya sekarang.

Tidak berapa lama kemudian datanglah seseorang dari dalam hutan (sebut saja namanya balveer) dan dari kejauhan, Tobatoba yang terdiam kemudian melihat Balveer. Tobatoba yang peka bahwa kekuatannya sendiri tidak cukup untuk mendorong batu tersebut sendirian, secara Tobatoba bukan superhero dan bukan wonder girl, lalu melambaikan tangannya ke Balveer sebagai isyarat agar Balveer datang menghampirinya. Balveer pun melihat dan menghampiri Tobatoba. Tobatoba pun langsung memberikan isyarat tangan melambai tanda dia memanggil Balveer dan sambil menunjuk-nunjuk batu, namun si Balveer tetap terdiam dan tidak mengerti apa yang Tobatoba  bicarakan. Tobatoba kebingungan cara apa yang harus dia lakukan agar Balveer mau membantunya mendorong batu tersebut. Akhirnya setelah beberapa saat Tobatoba berpikir, Ia mendapatkan sebuah ide cemerlang yang dirasanya cukup ampuh dan sangat jitu, Tobatoba memberikan isyarat dengan gerakan seperti mendorong batu kepada Balveer, agar Balveer ikut membantunya mendorong batu. Balveeer pun mengerti akan apa yang diisyaratkan oleh Tobatoba kepadanya. Mereka berdua bekerjasama untuk mendorong batu tersebut. Akhirnya berkat kerja sama antara Tobatoba  dan Balveer  yang sangat kompak dan harmonis, batu tersebut bisa berpindah juga dari tempat asalnya. Melihat batu yang telah sukses berpindah, Tobatoba dan Balveer merasa senang sambil melompat-lompat, bertepuk tangan dan berpelukan karena kegirangan.

Kemudian mereka duduk dibawah pohon rindang sambil memandang batu itu. Dibawah rindangnya pohon yang menjulang tinggi tersebut, Tobatoba dan Balveer berdikusi lalu membuat kesepakatan untuk membawa keluarga mereka ke tempat itu, dan batu besar tersebut menjadi saksi dan sebuah monumen pengingat bagi mereka berdua. Tobatoba dan Balveer kemudian pulang untuk membawa keluarganya masing-masing. Setelah keluarga mereka tiba di tempat tersebut, hal yang pertama kali mereka lakukan adalah membuat kesepakatan penyebutan-penyebutan tentang suatu hal yang ada di sekitar mereka. Tujuan mereka melakukan hal tersebut adalah untuk menyamakan persepsi mereka, sehingga pesan yang ingin mereka sampaikan bisa dimaknai dengan lebih jelas lagi.  Mereka menyepakati bahwa cinta itu love. Suatu rasa yang menyatukan dua insan antara laki-laki dan perempuan sehingga mereka berdua saling melengkapi dalam hidupnya hingga akhir hayatnya disebut sebagai cinta. Karena kesepakatan yang mereka buat tentang penyamaan penyebutan hal-hal yang ada di sekitar mereka lah bahasa yang berupa ucapan (voice) mulai tercipta dan terbentuk apa yang disebut dengan social culture. Dalam kisah tersebut pun mengambarkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia pasti membutuhkan orang lain maka dari itu manusia di sebut sebagai makhluk sosial. Untuk hidup berdampingan dengan orang lain tentu saja manusia membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi, sedangkan bahasa isyarat saja tidak cukup.

Pertemuan ke 8 UTS Kelas PR “Pengantar Komunikasi Dasar”

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

SOAL UTS

MATA KULIAH : PENGANTAR KOMUNKASI

  1. Bagaimana komunikasi itu terjadi, ceritakan bagaimana usaha seseorang yang hidup sendiri di hutan dan memerlukan bantuan orang lain. Sebuah cerita tentang seseorang yang mendorong batu besar namun tidak bisa mendorong batu itu karena tenaganya terbatas, lalu meminta bantuan orang lain. Minimal 500 kata
  2. Berikan contoh nyata sebagai aplikasi dari 7 Tradisi Komunikasi menurut Steven W. Littlejohn 500 kata
  3. Ceritakan Model Communication menurut Lasswell beserta contoh dan penjelasan setiap tahap.
  4. Jelaskan apa korelasi “Komunikasi, Teknologi, Globalisasi dan Budaya”. 500 kata
  5. Jelaskan apa itu Presepsi menurut pengertian teori-teori para pakar dan bandingkan dengan apa yang dimaksud oleh MRG di Kelas tentang kesimpulannya tentang Presepsi itu sendiri. 500 kata

Tampilkan per judul di blog anda dan kirim URLnya ke ranto.komunikasi@gmail.com

View original post

Prinsip-prinsip atau Dalil Dalam Ilmu Komunikasi (5)

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Review :

Setiap manusia yang berkomunikasi memiliki TUJUAN, sebagai prinsip dasar bagian pertama dan “SENGAJA DILAKUKAN” sebagai prinsip kedua. Mari kita cari aplikasi yang menentang teori ini; mungkinkah seseorang yang berbicara dengan kita tidak memiliki tujuan? Atau mungkinkah seseorang berbicara tanpa disengaja? Ayo berikan contoh !

Ir. Mustika Ranto Gulo, M.IKomDalam artikel sebelumnya Bapak Ir. Mustika Ranto Gulo, M.IKom menyampaikan bahwa ada dua “Dalil Komunikasi” yaitu :

  1. Adanya Informasi, yaitu sebuah pesan atau adnya informasi yang bisa diterjemahkan oleh penangkap / penerima pesan itu sendiri. Pesan tidak hanya berasal dari manusia tetapi alam pun sering memberi pesan kepada makhluk hidup.
  2. Adanya Penerima Pesan, dimana pesan tersebut dapat diartikan sesuai kemampuan sang penerima. Pean bisa dianalisa namun pesan itu diterima begitu cepat diterima dengan resiko sangat tinggi, misalnya gemuruh yang disusul dengan meletusnya sebuah gunung dalam waktu yang relatif singkat.

MRG menyampaikan bahwa “DALIL KOMUNIKASI BISA TERLAKSANA MINIMAL MEMENUHI SYARAT SBB:”

  1. Ketika sebuah informasi disampaikan maka pada…

View original post 352 more words